Header Ads

Fenomena Dispensasi Menikah di Kota Solo

SumberFoto/Solopos


NEWSJATENG.COM, SOLO - Pandemi Covid - 19 ternyata memiliki efek sosial yang merembet salah satunya adalah fenomene permintaan dispensasi menikah. Ini terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah dan Aisyiyah Jawa Tengah mencatat 150 anak sampai 200 anak memohon dispensasi menikah sejak awal Pandemi Covid-19 di wilayah Soloraya. 

Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Solo, Ahmad Zia Khakim menjelaskan dalam kajian Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiyah: Fenomena Dispensasi Nikah dan Perceraian, Bagaimana Pencegahannya? yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Solo via daring, Minggu (22/11/2020) malam seperti dilansir Solopos.

Dia menjelaskan, terjadi peningkatan permohonan dispensasi nikah pada Pengadilan Agama (PA) se-Soloraya saat pandemi Covid-19. Permohonan diajukan anak laki-laki maupun anak perempuan.

“Mereka ditolak oleh KUA karena usianya belum sesuai batas minimal 19 tahun. Mereka datang satu sampai empat anak per hari ketika pandemi. Sebelumnya jarang yang datang meminta permohonan,” katanya.

Menurut Zia, pencegahan dispensasi nikah dan perceraian dapat dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sehingga memperkuat ekonomi keluarga dan melakukan sosialisasi hukum menyasar lingkungan masyarakat hingga sekolah. 

Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA), Nila Masnuri Yunita, menjelaskan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sekecil apapun berdampak besar terhadap keluarga. Pemuda harus tangguh sejak dini supaya dapat memiliki solusi atas permasalah yang dihadapi. (SoloPos)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.